Kafein ini menjadi antagonis reseptor adenosin yang dapat mengikatnya sehingga dapat mengakumulasi tekanan tidur.

Kebanyakan orang dewasa mengalami dampak tidak kantuk selama 5 sampai 6 jam karena kafein, berarti waktu adenosin bertindak pada SSP mundur selama 5–6 jam. Hal tersebut tentu dapat menimbulkan insomnia.

Alhasil, keinginan untuk menambah kafein jadi terus dilakukan yang jelas dapat merusak ritme tidur. Itulah mengapa pengaturan batas kafein dalam sehari perlu ditaati. Coba batasi minum dua cangkir kopi dalam sehari dan tidak mengonsumsinya lagi setelah jam 4 sore.

2. Cari tempat yang terang

Cahaya dapat menyinkronkan ritme sirkadian atau jam internal kita. Hal ini terjadi karena adanya hormon melatonin yang dapat memicu rasa kantuk atau tidak pada manusia.