Baca juga: DPRD Sultra Tegaskan Pulangkan TKA China Jika Tak Gunakan Visa 312

“Mereka itu tenaga kontraktor dari China yang punya skill tersendiri. Mereka ini juga yang akan memberi petunjuk tentang bagaimana mengoperasikan dan bagaimana menghemat listrik,” terangnya.

Indrayanto menambahkan bahwa, saat ini memang putra-putri Indonesia belum ada pendidikan ke arah sana, karena ini baru.

"Nantinya, 500 TKA ini akan kembali setelah 3 bulan, paling lama 6 bulan, sesudah selesai pemasangan alatnya,” terangnya.

Sebelumnya, Indrayanto menjelaskan, alasan kedatangan 500 TKA China ke Sultra ini bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS, join operasional dengan PT VDNI, dan nantinya akan membutuhkan 3.000 lebih karyawan lokal untuk bekerja.