Indrayanto mengatakan, 500 TKA asal China itu merupakan tenaga teknis dan bekerja secara temporer secara bergantian dan bukan untuk waktu yang lama.
Mereka adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku smelter, untuk produksi dan mempertahankan operasional di lapangan.
Saat ini, kata Indrayanto, sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli.
Baca juga: DPRD Sultra Melunak Soal Kedatangan 500 TKA China
"Jadi 500 TKA itu adalah sebagian besar karyawan (dari pihak) kontraktor yang mempunyai skill untuk memasang alat produksi. Setelah mereka melakukan pemasangan, mereka akan kembali lagi ke Tiongkok," terangnya.
