"Calon timses yang diminta kepada pemilik rumah untuk dicoblos tidak dipilih. Kita bantu ramai-ramai pikul untuk dipindahkan," jelasnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Kolaka Utara, Muchlis Bahtiar mengatakan belum mengetahui informasi lebih lanjut terkait dugaan pembongkaran enam rumah warga di Desa Maroko.
"Saya belum dapat informasi terkait itu, kalau di Desa Pitulua memang terdapat satu unit yang pindah lokasi, tapi atas inisiatif pemilik rumah sendiri," terangnya.
Baca Juga: Akibat Beda Pilihan Cakades Dua Rumah di Kolaka Utara Dibongkar Paksa
Asisten I Sekda Kolaka Utara ini, meminta masyarakat bijak tidak terprovokasi terkait isu seputar pilkades yang tersebar di media sosial.
