"Kalau yang di tahap pertama hanya tiga dan tahap kedua lima kabupaten. Pastinya sangat bersyukur artinya semuanya sudah masuk. Tentu ini akan menjadi sebuah hal yang sangat baik pastinya. Mengigat sekolah penggerak sendirian merupakan sebuah program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh sekolah," ungkapnya kepada Telisik.id, Rabu (16/3/2022).
Baca Juga: Kendari dan Baubau Jadi Pilot Project Program Pemetaan dan Pemerataan Guru
Untuk sekolah penggerak, kata dia, hanya diperuntukkan bagi para kepala sekolah saja, yang nanti akan mendaftar dan diseleksi langsung dari pihak kementerian.
"Sekarang lagi sementara menunggu pengumuman seleksi pertama. Untuk tahap tiga ini kurang lebih ada sekitar 200 sekolah yang sudah mendaftar, di mana jika para kepala sekolah yang mendaftar ini dinyatakan lulus. Maka akan diberikan bantuan berupa fasilitas dan peningkata kompetensi guru. Yang tentunya akan meningkatkan kualitas dari sekolah itu sendiri," jelasnya.
Sementara itu, operator program sekolah penggerak Sultra, Limus Tasman mengungkapkan, untuk tahapan seleksi sekolah penggerak itu dilakukan dengan dua tahapan.
