Sri Lanka membutuhkan USD6 miliar dalam beberapa bulan mendatang untuk menopang cadangannya, membayar tagihan impor yang membengkak dan menstabilkan mata uangnya.
Baca Juga: Dimakan Bersama Belatung Hidup, Ini Makanan Paling Aneh di Dunia
Dikutip dari Detik.com, sebelumnya, Wickremesinghe menyebut Sri Lanka telah menyelesaikan diskusi awal dengan IMF dan bertukar pikiran tentang keuangan publik, keberlanjutan utang, sektor perbankan dan jaminan sosial.
"Kami bermaksud untuk masuk ke dalam kesepakatan tingkat resmi dengan IMF pada akhir Juli," tuturnya.
Pihak berwenang juga berencana untuk mengadakan konferensi bantuan kredit dengan negara-negara sahabat termasuk India, Jepang dan China untuk bantuan lebih lanjut.
