Baca Juga: Kangkung Ilegal di Amerika? Ternyata Ini Penyebabnya
Sri Lanka sendiri bangkrut setelah gagal menghentikan krisis ekonomi terburuk yang dihadapinya dalam sejarah kemerdekaannya.
Kekurangan makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok yang berkepanjangan berisiko mengintensifkan protes dan dapat menghambat stabilitas politik lebih lanjut.
Dan pada Selasa (21/6/2022) lalu, Hamilton Reserve Bank Ltd yang memegang lebih dari US$ 250 juta dari 5,875 persen Obligasi Negara Internasional Sri Lanka yang jatuh tempo 25 Juli, mengajukan gugatan di pengadilan federal New York untuk meminta pembayaran penuh pokok dan bunga setelah negara itu gagal bayar bulan lalu. (C)
Penulis: Nurdian Pratiwi
