Baca Juga: Kadis DLH Baubau Sebut Tambang Galian C di Labalawa Kantongi SPPL
"Selamat sore Ibu. Saya sudah turunkan kemiri 50 Kg. Kemiri yang dimaksud bukan salah satu hasil bumi, tapi uang Rp 50 juta yang diminta Meldy Hagur itu. WA saya pun dibaca tapi tidak dibalas," jelas Adrianus yang mengaku masih menyimpan jejak digitalnya.
Selanjutnya ia disuruh Rio Senta untuk mendiskusikan 4 paket proyek tersebut di rumah seorang pengusaha bernama Tomi. Disitu ia juga bertemu dengan salah satu tim pemenang Pilkada 2020 lalu bernama Wily Kengkeng.
"Waktu itu juga mereka minta fee bertambah menjadi 7 persen. Saya keberatan karena sudah bayar langsung ke Ibu Meldy Hagur. Lalu mereka bilang nanti kami bagi proyeknya. Tetapi setelah dibagi saya tidak dapat bagian dari proyek yang dijanjikan itu," ungkap Adrianus. (A)
Penulis: Berto Davids
