"Dengan alasan ini, koordinasi Rusia-China menjadi faktor untuk stabilitas dalam urusan dunia," papar Shoigu.
Sementara itu, AS menegaskan, latihannya itu dilakukan dan diumumkan secara terbuka. Kemhan AS menuturkan latihan itu mematuhi protokol internasional.
Baca Juga: Inggris Tetapkan Hamas Palestina Jadi Teroris
"Misi-misi ini diumumkan secara terbuka pada saat itu, dan direncanakan dengan cermat dengan (Komando Strategis), (Komando Eropa), sekutu dan mitra untuk memastikan pelatihan dan peluang integrasi maksimum serta kepatuhan terhadap semua persyaratan dan protokol nasional dan internasional," kata Letnan Kolonel Anton Semelroth, Juru Bicara Pentagon.
Tuduhan Rusia kepada AS ini muncul ketika ketegangan kedua negara kembali meningkat, terutama setelah Ukraina mewanti-wanti bahwa Moskow kemungkinan berencana menginvasi negaranya dalam waktu dekat.
