Dilansir dari quantumakhyar.com, di Libya Adi Hidayat muda belajar berbagai ilmu keislaman, antara lain disiplin ilmu Al Quran, Hadis, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah.

Baca juga: Gus Baha: Ulama Fakihul Quran Menolak Gelar Doktor

Ia memang mendalami secara serius dua sumber syariat yaitu Quran dan Hadis. Itu mendorongnya untuk mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha.

Dengan penuh keseriusan di luar pendidikan formalnya ia bertalaqqi pada masyayikh bersanad, di Libya maupun negara yang pernah dikunjunginya. Beliau belajar Al Quran antara lain pada Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim (muqri internasional) dan Syaikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri).

Dalam ilmu tajwid ia belajar dari Syaikh Usamah (Libya). Guru tafsir beliau antara lain Syaikh Tanthawi Jauhari (Grand Syaikh al-Azhar). Ilmu Hadits beliau pelajari dari Dr. Shiddiq Basyr Nashr (Libya).