“Yang nggak berhak dapet (BBM subsidi), ya jangan dapet, dong,” kata Luhut.

Baca Juga: BBM Non Subsidi Naik Hari Ini, Simak Daftar Harganya

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Luhut saat meninjau Gedung Kementerian Koordinator 1 di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Minggu lalu. Luhut juga mengungkapkan bahwa penghematan anggaran sebesar itu merupakan peluang besar bagi negara untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran dalam sektor-sektor lain yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, Luhut menyatakan dukungannya terhadap PT Pertamina (Persero) untuk menggunakan teknologi AI dalam menertibkan pengguna BBM subsidi. Menurut Luhut, langkah ini akan sangat membantu dalam memastikan bahwa subsidi BBM diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak menerima.

Luhut menekankan bahwa pihak yang tidak berhak mendapatkan subsidi seharusnya tidak diberikan akses terhadap BBM bersubsidi. Dengan demikian, teknologi AI diharapkan dapat menjadi alat yang efektif dalam menjaga keadilan dan efisiensi distribusi BBM subsidi di Indonesia.