JAKARTA, TELISIK.ID - Gelombang protes terus dilakukan oleh mahasiswa dan masyarakat di Sulawesi Tenggara (Sultra), atas keputusan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang mengijinkan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China untuk bekerja di perusahan pemurnian nikel di Konawe, Sultra.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga mengamankan para pekerja asal China saat melakukan aksi blokade di kawasan Bandara Haluoleo. Bahkan, dalam aksi blokade tersebut, massa aksi berhasil mengamankan tiga pekerja asal China.

Menanggapi kejadian ini, Rektor Universitas Ibnu Khaldun yang juga putra asli Sultra Musni Umar mengatakan, jika TKA China sudah memiliki KTP, maka hal tersebut sudah berbahaya.

"Sudah gawat. TKA China bisa punya  KTP," tulis Musni Umar di akun media sosial twitternya, Selasa (23/6).

Baca juga: Demo Pembentukan Pansus Ijazah Palsu Bupati Busel Ricuh