Baca Juga: Fenomena El Nino Diprediksi hingga Februari 2024, BMKG Imbau Waspada Kekeringan
Minimnya ketersediaan air saat ini, menjadi masalah yang sangat krusial menyebabkan menurunnya produksi padi.
Kendala lain yang dihadapi petani, khususnya di Konda, yakni hama tikus, burung, ulat, dan harga pupuk yang sangat mahal dan sulit ditemukan karena stoknya yang sangat terbatas.
"Ini sawah saya 3 hektare kan biasanya membutuhkan pupuk dua ton. Kemarin itu cuma dijatah 2 karung. Makanya yang lainnya saya beli sendiri harganya Rp 270.000 per karung, yang tadinya hanya Rp 120.000 per karung," tambahnya.
Umumnya sawah di Konda adalah sawah tanah hujan, yang mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan. Masyarakat mengaku sangat ingin membuat sumur bor, namun karena biayanya mahal, keinginan itu sampai saat ini belum terwujud.
