"Ini dianggap sebagai kelompok yang kuat di PDIP versus mereka yang di luar kelompok itu, yang sebetulnya dianggap punya potensi oleh publik, melihat Ganjar punya potensi, dan dicoba ditutup ruangnya," imbuhnya.
Baca juga: Rencana Penambahan Dapil Surabaya Bergulir, Pengamat: KPU Harus Berhati-Hati
Baca juga: Belum Pikirkan Pilgub, Tina Nur Alam Fokus di DPR RI
Lebih lanjut, Adjie juga meyakini bahwa konflik dengan Puan membuat Ganjar mendapatkan simpati dari masyarakat. Sebab, semestinya setiap partai politik memberikan ruang seluas-luasnya kepada siapa pun kadernya untuk bisa mengikuti kontestasi pilpres.
"Ini kan kemudian mendatangkan semacam simpati ya. Kenapa kok Ganjar yang merupakan kader partai, termasuk orang yang sudah lama di partai, menjadi gubernur 2 periode di PDIP, kemudian semacam ditinggalkan oleh partai?" papar Adjie.
