Baca Juga: Kasus Polisi di Kendari Salahgunakan Barang Bukti Berujung Damai tapi Proses Hukum Tetap Lanjut
Sementara itu, Diana (45), pedagang di sekitar lokasi, mengaku aktivitas jualannya terganggu. Meski begitu, ia memahami bahwa warga PGSD sedang memperjuangkan sesuatu yang mereka anggap penting.
“Jujur saya terganggu karena pembeli tidak bisa lewat, tapi saya paham juga kondisi mereka. Mereka sedang memperjuangkan tanahnya,” ujarnya.
Di tengah aksi, Rukiah (58), warga PGSD yang menjadi orator menegaskan, mereka akan terus melawan rencana eksekusi tersebut.
