Menguatkan pernyataan di AARP, National Women’s Health Network dalam situsnya mengatakan bahwa perempuan bisa mengalami perubahan fungsi seksual yang bervariasi selama menopause, tetapi hal itu tidak absolut atau konstan.

Masih ada upaya yang dapat dilakukan untuk menyikapi itu. Mereka mengutip The Study of Women’s Health Across the Nation yang mengikuti perkembangan perempuan usia antara 42 sampai 52 dan meneliti sejauh mana kontribusi menopause terhadap perubahan dalam seksualitas respondennya.

Setelah enam tahun meneliti, mereka menemukan bahwa perempuan menopause bisa tetap menjalani aktivitas seksual menyenangkan. Ada pun perubahan hormonal yang mengakibatkan keringnya vagina, sebuah gejala umum pada perempuan menopause yang menciptakan rasa sakit saat bersanggama masih bisa diakali dengan berbagai produk kesehatan. (C)

Penulis: Adinda Septia Putri

Editor: Haerani Hambali