"Bahkan sebagian propoganda yang dibuat justru menguntungkan, karena masyarakat yang tadinya mungkin simpatinya setengah-setengah menjadi lebih simpati lagi karena jengkel dengan postingan postingan dan mereka tau yang di-postingan itu hanya ke bohongan," jelasnya.

Baca juga: KPU Tidak Tegas Kepada Paslon

Aksa menambahkan, postingan yang mau menjatuhkan elektabilitas Rajiun maupun La Pili di Medsos lebih banyak berbau kebohongan.

"Masyarakat tau yang mana fakta dan yang mana kebohongan," sambungnya.

Misalnya saja, lanjut Aksa, sejak awal LM Rajiun Tumada diisukan tidak akan mendapatkan pintu partai dan terbukti cuitan itu tidak benar.