Misalnya, jika mereka ingin mencari ulasan produk, mereka lebih memilih membuka TikTok, di mana banyak kreator konten mengulas produk secara jujur dan mendalam.

Kedua, media sosial telah berkembang menjadi alat pencarian yang lebih interaktif. TikTok, misalnya, telah menjadi platform di mana Gen Z dapat menemukan produk baru, informasi tentang hobi, bahkan materi edukasi.

Algoritma TikTok yang canggih mampu menyesuaikan konten sesuai dengan minat dan preferensi pengguna, menjadikannya alat yang lebih efektif daripada mesin pencari tradisional.

Ketiga, antarmuka Google yang semakin dipenuhi iklan dan konten bersponsor menjadi salah satu alasan mengapa Gen Z mulai meninggalkannya.

Pengalaman pencarian yang dulunya cepat dan bersih kini terganggu oleh banyaknya iklan yang muncul di halaman pencarian. Hal ini sangat kontras dengan kebutuhan Gen Z yang menginginkan informasi yang cepat, tepat, dan minim gangguan.