Sambil menunggu hasil swab keluar, pasien yang reaktif diisolasi. Mereka tetap mendapatkan perawatan dari dokter dan tenaga medis.

"Perkembanganya tetap dipantau. Bila sudah membaik, walapun hasil swab belum keluar, kita bisa pulangkan," ujarnya.

Ia tak tahu pasti, kenapa hingga alat PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah (Lab Kesda) belum difungsikan. Padalah, bila alat itu sudah digunakan, pihak RS tidak perlu repot-repot lagi mengirim sampel swab di Kendari dan tidak membutuhkan waktu lama untul mengetahui hasilnya.

Baca Juga: Kajari Kolaka Utara Setor Ratusan Juta BNPP ke Kas Negara

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Muna, Bachrun Labuta sangat menyanyangkan alat PCR belum digunakan. Padahal alat itu diadakan untuk mendeteksi COVID-19 yang sampai saat ini belum berakhir.