Lebih jauh dikatakan, masyarakat Sampuabalo yang berprofesi sebagai nelayan yang setiap harinya mengarungi lautan dalam mencari nafkah tentu memiliki karakter yang berbeda. Demikian pula dengan karakter masyarakat Gunung Jaya yang dianggap lebih sejuk dan sabar karena mencari hidup di daratan sehingga memiliki keramahtamahan.
"Kedua karakter tersebut hari ini menjadi satu, berdamai untuk membangun daerah yang memiliki kekayaan yang luar biasa ini. Tentu saja harus dengan pikiran yang positif," tambahnya.
Pada kesempatan itu, Ali Mazi mengajak masyarakat di kedua desa itu untuk tetap menciptakan suasana yang harmonis kondusif aman dan tentram. Menutup semua peristiwa yang telah berlalu bak seorang bayi yang baru saja lahir.
Baca Juga: Permen Perubahan Nama Desa Belum Terbit, KPU Pastikan Sulit Data DPT
"Deklarasi ini hendaknya lahir dari sanubari kita semua, tanpa ada paksaan dan pikiran-pikiran yang negatif. Mari kita jadikan moment hari ini untuk hidup berdampingan secara damai,” pungkasnya.
