Baca Juga: Hujan 1 Jam, Jalan Pahlawan Km 5 di Kota Baubau Terendam Banjir

Sekedar diketahui, di Kabupaten Pasuruan muncul aliran sesat yang meresahkan masyarakat Pasuruan. Aliran tersebut dipimpin oleh Haji Mahfudijanto, warga Purwosari Pasuruan.

Dalam aliran tersebut, sang guru diyakini bisa langsung komunikasi dengan Allah SWT dan tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai rasul dan tidak mau mengucapkan dua kalimat syahadat.

Baca Juga: Mobil Listrik Siap Hadir di Momen Presidensi G20 di Labuan Bajo

Tak hanya itu, otentifikasi Al-Qur’an (berbahasa Arab) tidak diakui oleh mereka namun lebih mengakui terjemahannya dan tak mau mengakui hadis Nabi. Kelompok aliran tersebut tidak memakai guru dan mereka mengklaim langsung berkomunikasi dengan Allah SWT. (C)