Studi yang melibatkan 7.500 pria dan wanita menunjukkan, semakin banyak bulu di kemaluan semakin baik.
Ahli meneliti kebiasaan mereka merawat bulu kemaluan dengan mencukur, waxing, laser hair removal, dll.
Hasilnya, para pakar menemukan orang yang terbiasa melakukan perawatan bulu kemaluan cenderung berisiko mengalami infeksi menular seksual.
Profesor obgyn klinis dari Yale School of Medicine, Mary Jane Minkin, MD menyampaikan, hingga kini belum ada riset penunjang mencukur bulu kemaluan atau merawat bulu kemaluan lebih sehat ketimbang membiarkannya.
"Tidak banyak studi mengenai ini. Tapi simpulan sementara, bulu kemaluan berguna untuk melindungi alat kelamin Anda," jelas Dokter Minkin.
