Amnesti dan Abolisi Pencitraan Pemerintah
Persepsi publik yang diharapkan menyembul ke permukaan oleh Pemerintah bahwa Presiden Prabowo seolah tampil sebagai “pahlawan” yang membereskan hal-hal politis warisan rezim Jokowi, harus diakui memang lah ada benarnya. Presiden Prabowo ditenggarai memilih kebijakan itu diyakini demi tujuan melakukan transisi dan konsolidasi kekuasaan, sehingga ia mengambil langkah-langkah korektif terhadap berbagai ketegangan politik dan kasus-kasus kontroversial yang terjadi di akhir pemerintahan sebelumnya.
Prabowo ingin menghadirkan citra di publik bahwa dengan pemberian amnesti dan abolisi, ia berupaya melakukan pendekatan rekonsiliatif kepada lawan politik, partai oposisi maupun kelompok oposisi. Prabowo juga ingin memulihkan relasi politik yang sebelumnya tegang, penuh drama dan konflik, karena intervensi kekuasaan ketika era pemerintahan Jokowi sebelumnya.
Harus diakui, Presiden Prabowo sedang membangun citra dirinya sebagai figur pemersatu dan pembawa solusi, sesuatu yang kontras dengan atmosfer konfrontatif di penghujung masa pemerintahan Jokowi.
Baca Juga: Menelisik Jokowi dan PSI dalam Pemilihan Ketua Umum
