Baca Juga: Membaca Isra Miraj di Era Digital

Dalam sistem  kehidupan saat ini, sangat mudah menemui lingkungan yang kurang sesuai/kurang ramah untuk pembentukan karakter anak yang baik. Apalagi masifnya konten-konten yang mudah dikonsumsi hingga ditiru oleh anak bisa dengan mudah diakses. Maka tugas orang tualah yang membatasi dan memaparkan lingkungan yang baik untuk kebutuhan pembentukan karakter tersebut.  

Kemudian yang tak kalah penting adalah kontrol negara. Dalam hal ini faktor ekonomi adalah hal yang sangat disoroti. Adanya fenomena bunuh diri anak dikarenakan tidak diberi uang untuk membeli buku adalah hal yang sangat memalukan bagi negara. Bagaimana mungkin negara yang amat kaya raya ini kehilangan generasi penerus hanya karena keinginan duniawi yang dia sendiri belum terlalu paham konsekuensinya.

Pendek akalnya untuk bisa mengakhiri hidupnya karena suatu hal yang mungkin bagi orang dewasa adalah sebuah hal yang remeh. Tapi bagi si anak, ini adalah hal yang paling berat dalam hidupnya. Padahal dia hanya belum matang saja dalam hal emosi dan pemikiran.

Ekonomi secara garis besar dalam islam menjaminkan pemenuhan kebutuhan pokok pangan, pendidikan, kesehatan, serta keamanan. Semuanya gratis melalui kas negara, yaitu baitulmal. Hebatnya lagi, hal ini dijaminkan untuk semua rakyatnya, bukan hanya rakyat yang kurang mampu tapi yang mampu pun bisa ikut merasakannya. Semua ini dilakukan karena hak anak atas pendidikan adalah tanggung jawab negara, bukan dibebankan kepada orangtua.