KENDARI, TELISIK.ID – Perekonomian dunia diterpa isu besar resesi ekonomi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2023. Isu ini muncul karena perang geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Nasrul S.E., M.Si. mengatakan, dampak terpahit yang akan dirasakan saat resesi tahun depan adalah, di mana perusahaan melakukan efisiensi peroduksi dengan memutus hubungan kerja (PHK) para pekerjanya karena tingginya tingkat inflasi.

Ancaman PHK pasalnya sudah terdengar loncengnya, salah satunya melalui laporan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat per- September 2022 yang mencatat sekitar 4000 buruh sudah dirumahkan. Sebagian besar buruh yang terkena PHK berasal dari pabrik garmen dan tekstil.

Baca Juga: Polda Sulawesi Tenggara Hentikan Penyelidikan Kasus Sulkarnain Kadir, Ini Tanggapan Pelapor

Di Kota Kendari sendiri, Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Kota Kendari, Susianti Hafid mrngaku, belum menerima jumlah laporan PHK di wilayahnya.