Anggota DPRD dari fraksi Hanura ini menjelaskan bahwa keributan terjadi saat keluarganya datang ke rumah MH untuk membicarakan masalah perceraian adiknya dengan anak MH yang masih satu marga.

"Saat itulah terjadi pertengkaran, MH memaki saya, ibu saya dan keluarga dengan kata-kata kasar. Padahal kami hanya ingin membicarakan masalah pernikahan adik kami yang tanpa pemberitahuan kepada kami. Jadi, kami ingin membicarakan tentang perceraiannya dengan secara kekeluargaan. Namun, saat itulah MH marah dan mengancam saya dengan senjata tajam, sehingga dia saya laporkan," ucap pemuda berusia 29 tahun ini.

Hitler berharap Kapolda Sumatera Utara segera memproses laporan pengaduannya dikarenakan masyarakat dan pendukungnya sebagai wakil rakyat tidak bisa mentolerir perbuatan MH.

"Saya bersama keluarga dan masyarakat menahan diri dan menyerahkan permasalahan ini ke bapak Kapolda Sumatera Utara sebagai penegak hukum," tambah Wakil rakyat yang saat ini duduk di Komisi C.

Baca Juga: 50 Rumah Tidak Layak Huni di Buton Tengah Bakal Dibedah