Baca juga: Kisah Manis Terapis Anak Autis
Tak banyak saya saksikan selempang unik seperti itu. Galib saya jumpai orang meraut namanya sendiri beserta gelarnya. Berbeda dengan wanita yang juga aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu, menyingkat namanya sendiri dan menuliskan lengkap nama kedua orang tuanya.
Sayapun tertegun, hening seketika, menerawang ke fenomena sosial. Betapa banyak dari kita dalam pencapaian cita menepuk dada sendiri. Dada yang ditepuk itu dahulu ringkih, hanya tangis yang selalu memecah membuncah. Makan disuapi, buang air dibasuhi, diajari merangkak, mengeja langkah, berjalan, hingga mampu berlari, dan tumbuh dewasa, hebat, tenar, dan berjaya.
Kerap lupa jasa dua wajah kusam bergurat dalam di lahap letih usia. Orang tua, ibu dan bapak, atau mama papa, atau umi abi, atau apapun sebutannya.
"Saya pasang begitu spesial untuk orang tua. Karena mereka saya sampai di titik ini," terang anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan ibu Asni dan bapak Amin.
