Mengajar bukanlah hal yang mudah. Apalagi kepada anak yang berkebutuhan khusus ditambah lagi di musim pagebluk sedemikian ini.
Leni Bahrin, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, tidak pernah bermimpi akan menjadi pengajar. Namun, demikianlah alur hidup, ia mengalir dalam lajurnya sendiri. Sangat kontras, seorang sarjana ekonomi mengajar. Lebih lagi kepada anak autis.
"Saya merasa sangat bersyukur bisa mengajar di sana. Saya bisa ketemu anak-anak yang berkebutuhan khusus," cerita Leni mengungkap bahagianya, senyum tersimpul, aura cerah memancar dari wajahnya ovalnya.
Wanita yang juga kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu mengajar dari Senin hingga Sabtu di Lembaga Pendidikan Aksara. Ia mengajar dua jam untuk setiap anak.
Baca juga: Corona Merampas Impian Gadis itu ke Negeri Sakura
