Baca juga: Corona Merampas Impian Gadis itu ke Negeri Sakura

Ia sadar bahwa segala pencapaiannya adalah berkat jasa dan doa kedua orang tua. Momen ini khusus ia persembahkan untuk kedua orang tuanya. Walaupun ia menginsafi bahwa semuanya takkan pernah lunas.

Kata seorang kakek yang saya jumpai dalam Kapal Navigasi saat menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah, membawa bantuan untuk korban tsunami, gempa, dan likuifaksi, bahwa jimat ampuh seorang anak adalah air mata duyung. Yaitu air mata dari orang tua karena haru dan bangga kepada anaknya.

Air mata adalah bahasa tertinggi. Kata-kata selalu terbatas dan terbata untuk mengungkap rasa. Hanya ada tangis di kesedihan terendah, dan adalah hanya tangisan pada kebahagiaan tertinggi. Tangisan jualah yang mengawali laku  manusia di muka bumi.

Selempang itu menegur kita. Bagaimana kebaktian tulus kita kepada mereka berdua? Orang tua yang melahirkan dan membesarkan kita. Air mata yang meretas dari kedua mata mereka apakah ungkapan haru atau ungkapan malu?