Sehingga dalam mengangkat Menteri, Wakil Menteri, Staf Khusus Presiden, dan beberapa pejabat dari lembaga-lembaga terkait, menunjukkan representasi partai politik diborong secara mayoritas.
Setidaknya ada 11 partai politik yang mendukung pemerintahan dengan memperoleh jabatan-jabatan strategis, sedangkan dua partai politik lainnya yakni Partai Nasdem dan PDIP menyatakan mendukung pemerintahan, tetapi Nasdem saja yang tidak punya perwakilan tokoh yang memiliki irisan dengan partai ini, berbeda dengan PDIP yang telah hadir dua orang tokoh di pemerintahan meski bukan kader PDIP tetapi beririsan dengan PDIP.
Baca Juga: Beberapa Drama Pendaftaran Pasangan Calon di Pilkada
Ini menunjukkan dari 18 partai politik yang ikut serta di Pemilu, hanya 5 partai politik yang tidak mendukung pemerintahan. Kelima partai politik itu sejatinya tidak lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
Namun menjadi anomali, ketika 5 partai politik lainnya yang tidak lolos di Parlemen Senayan, tetapi juga tetap memperoleh jabatan strategis di pemerintahan. Semakin janggal dan anomali ketika Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) tidak lolos sebagai partai politik peserta pemilu malah memperoleh jabatan 1 kursi wakil menteri.
