Arifin mengaku tidak memiliki usaha lain selain berjualan batagor. Usaha ini telah menjadi satu–satunya modal untuk memperoleh biaya berbagai kebutuhan hidup sejak pertama kali merantau ke Kendari.
?Ia juga sempat merasakan dampak penjualan selama masa Covid. Penjualan batagornya sempat menurun drastis dikarenakan banyak kerja dari rumah dan juga larangan keluar rumah ketika itu. ?
Baca Juga: Suami Istri Warga Kendari Saban Hari Berjalan Mencari Barang Rongsokan demi Kebutuhan Hidup Keluarga
?"Waktu covid saya juga merasakan dampaknya, penjualan menurun drastis, terkadang dagangan saya juga tidak habis dalam satu hari. Pedagang lain pun merasakannya, tapi saya tetap optimis untuk terus menjalankan usaha saya ini," tutur Arifin.
?Di tengah gempuran bisnis kuliner modern alias kekinian yang semakin berkembang, Arifin terus berusaha bertahan dengan konsep tradisionalnya. Ia mengaku bahwa kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan pelayanan yang ramah kepada pelanggan.?
