Orang-orang Romawi pun memulai tradisi dengan saling memberikan hadiah pada malam tahun baru. Menurut keyakinan mereka, akhir tahun lama dan awal tahun baru adalah saat yang tepat untuk memberikan hadiah bermakna, biasanya berupa ranting dari pohon-pohon keramat, atau perak dan emas, yang melambangkan keberuntungan.
Beberapa jenis makanan disajikan, terutama madu dan permen yang dianggap sebagai simbol kedamaian. Rumah dan lingkungan sekitar dihias dengan lampu berwarna-warni dengan harapan satu tahun ke depan akan dilalui dengan penuh dengan cahaya atau kecemerlangan dalam hidup.
Tidak lupa, sebagai wujud penghormatan kepada Dewa Janus, orang-orang Romawi mempersembahkan koin-koin emas dengan gambar dewa mereka itu. Harapannya, Dewa Janus akan selalu memberkati mereka dalam kehidupan setahun ke depan.
Baca juga: Kendari Undercover: Tukang Ojek Online Dapat Tawaran Cinta dari PSK, Ini Kisahnya
Penetapan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun dalam kalender baru itu punya rumusan sendiri. Dalam menyusun penanggalan anyar itu, seperti tertulis dalam Astronomical Observations (2009) suntingan Erik Gregersen, Julius Caesar meminta bantuan seorang ahli astronomi dan matematika dari Alexandria (Iskandariyah) bernama Sosigenes.
