“Jadi makanan tambahan itu jangan hanya karbohidrat saja, tapi juga harus dicampur dengan makanan yang mengandung protein. Misalnya bubur dicampur hati ayam, telur, dan sebagainya. Ini bisa dilakukan sampai dua tahun. Jadi kita tidak hanya menjaga pertumbuhan fisik anak, tapi juga kecerdasannya,” tambahnya.
(2).jpg)
Diketahui, kandungan ASI terdiri dari air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan enzim. Dilihat dari kandungannya yang sarat nutrisi penting, ASI disebut-sebut dapat mengurangi risiko bayi terkena penyakit tertentu, seperti diare, ISPA, pneumonia, asma, obesitas, dan diabetes, termasuk stunting itu sendiri.
Baca Juga: Bappeda Sulawesi Tenggara Minimalisir Emisi Gas Rumah Kaca dengan Strategi dan Kebijakan
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian, Penyuluhan, Penggerakan BKKBN Muna Barat, Nani Suarni menyampaikan bahwa stunting saat ini menjadi program nasional yang harus dicanangkan oleh tiap kabupaten. Maka ia menyampaikan 10 poin perilaku hidup bersih dan sehat kepada peserta, salah satunya adalah pemberian ASI ekslusif, karena ini penting bayi yang berusia 0-6 bulan hanya boleh diberikan ASI tanpa makanan lainnya.
