BUTON, TELISIK.ID - Asisten 1 Pemda Buton, Alimani, akhirnya mengklarifikasi sekaligus meminta maaf atas ucapannya yang dinilai mengandung unsur penghinaan dan rasisme kepada anggota grup tempat ia melontarkan kalimatnya.
Dalam klarifikasinya, dirinya mengaku bila tak memiliki niat untuk menghina kelompok atau etnis tertentu. Kalimat watak Kasoami dan Kabuto itu terlontar hanyalah bentuk dari kekecewaan dirinya, lantaran merasa dibohongi dengan pegawai di Kecamatan Kapontori terkait eksistensi pelaksanaan apel disiplin yang saat ini sedang ditegakan Pj Bupati Buton, Basiran.
"Kebohongan itu ketika foto yang terkirim tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya atau terdapat unsur kebohongan. Tetapi masih ada pemaksaan untuk saya harus mengakui tentang kebenaran foto yang dikirim tersebut. Maka saya katakan jangan main watak, karena wataknya orang Papua saja saya tahu apalagi hanya watak kasoami dan Kabuto," ucap Alimani dikutip dari permohonan maaf tertulisnya.
Menurutnya, maksud dari pernyataan itu adalah sesama orang Buton sifat dan karakter masing-masing sudah saling tahu. Sehingga lebih baik berkata jujur ketimbang harus berbohong.
Baca Juga: Sidak, Pemda Muna Barat Temukan Agen Minyak dan Solar Masih Gunakan Takaran Liter
