Gerakan itu merupakan bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Selain itu, GAMAS juga menjadi salah satu upaya pemerintah mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak sejak usia dini.

Rini menilai kehadiran orang tua, khususnya ayah, bukan sekadar pelengkap dalam proses tumbuh kembang anak. Peran tersebut memiliki dampak psikologis yang dapat membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Baca Juga: Mendagri Tito Sentil Kepala Daerah Tak Rumahkan PPPK, Pilih Opsi Efisiensi Anggaran

"Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua, terutama ayah kepada anak," ujarnya.

Melalui kebijakan tersebut, Kementerian PANRB berharap seluruh instansi pemerintah dapat menerapkan fleksibilitas kerja sesuai karakteristik organisasi masing-masing tanpa mengganggu pelaksanaan tugas kedinasan. Di sisi lain, ASN diharapkan tetap mampu menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua sekaligus mempertahankan kualitas pelayanan kepada masyarakat.