Sebagai informasi tambahan, sebelumnya diberitakan Telisik.id, kegiatan assessment center di Polda Sulawesi Tenggara pada tahun 2023 telah melibatkan berbagai tingkatan, termasuk jabatan kasat, kapolsek, dan projab wakapolres. Dengan sebanyak empat kali pelaksanaan, post-assessment menjadi wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan kompetensi mereka.
Program ini difokuskan pada perubahan perilaku yang mendukung peningkatan hasil kinerja personel Polri sesuai kriteria dalam job description. Program ini berorientasi pada pengembangan profesionalisme terhadap kompetensi manajerial tertentu.
Baca Juga: Post Assessment Biro SDM Polda Sulawesi Tenggara, Langkah Strategis Hadapi Pemilu 2024
Bentuk kegiatan post-assessment mencakup training, mentoring, coaching, dan consulting, yang semuanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan manajerial yang spesifik. Pada acara ini, para peserta didorong untuk terlibat aktif dalam meningkatkan kemampuan manajerial mereka.
Pelaksanaan seleksi JPTP tersebut diharapkan melindungi ASN dari intervensi politik dan membangun optimisme ASN terhadap masa depan karier mereka. Hal ini diungkapkan oleh Pj Bupati Muna Barat, Bahri, yang menekankan pentingnya seleksi terbuka untuk mencegah diskriminasi dan primordialisme birokrasi.
