"Jadi efek dominonya kita ciptakan lapangan kerja 3.000 jukir di Makassar bisa kita pekerjakan. Dikali dengan UMP sekitar Rp3 juta dikali 3.000 itu biaya operasional gaji. Itu juga untuk menciptakan lapangan kerja yang sulit sekarang ini," katanya.

Dari sisi keuangan daerah, pengelola memperkirakan penerimaan parkir bisa meningkat dibandingkan sistem lama. Selama ini pendapatan kotor parkir disebut sekitar Rp20 miliar per tahun dengan setoran bersih lebih kecil. Melalui sistem terintegrasi, penerimaan dinilai dapat dihimpun lebih rapi dan terukur.

ARA menyebut potensi pendapatan bersih bisa mencapai ratusan miliar rupiah jika skema berjalan menyeluruh.

"Kalau selama ini pendapatan kotor dari parkir paling Rp20 miliar per tahun. PAD bersih palingan Rp2 miliar, kalau meningkat 100 kali lipat berarti Rp200 miliar bersih. Bahkan bisa saja sampai Rp 300 miliar," ucap dia.

Baca Juga: Perpanjangan STNK Lewat Ponsel Oktober 2025, Ini Cara Daftar dan Link Aksesnya