Condro mengatakan, jika dilihat dari kemasan secara teliti, terlihat tidak rapi antara satu saset dengan saset lainnya dalam satu renteng.

"Kemasannya jika diliat dari sambungan antara saset kalau yang palsu tidak rapi, ada keliatan lobang, kalau asli rapat," kata Condro kepada wartawan di Mapolda Banten dilansir Kompas.com, Sabtu (1/1/2022).

Dilansie Tempo.co, Kepala bidang Humas Polda Banten, Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga mengatakan, pengungkapan produksi serta peredaran sampo dan gel rambut palsu ini diawali adanya informasi dari masyarakat. Setelah diselidiki ditemukan sampo palsu itu dijual di salah satu warung di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

"Pengembangan ke gudang produksi yang ada di Kecamatan Pakuhaji," kata Shinto.

Baca Juga: Waspada DBD, Segera Ketahui Gejala Demam Berdarah pada Anak