Baca Juga: Pelni Kendari Tetap Layani Pembelian Tiket Saat Libur dan Cuti Bersama Lebaran
"Pedagang juga karena melihat dagangannya laris, dia kasih naik harga yang tadinya Rp 15 ribu dia kasih naik jadi Rp 20 ribu. Masih laris juga, dia kasih naik lagi Rp 25 ribu dan seterusnya. Akhirnya siapa yang rugi, kan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu seorang warga Kota Kendari, Hartina mengatakan, kebutuhan bahan pokok menjelang Idul Fitri pasti sangat besar. Karena masyaraka berbondong-bondong belanja untuk keperluan Hari Raya Idul Fitri.
"Pasti di pasar nanti bahan pokok banyak yang kosong atau naik harga. Sudah biasa hal seperti ini kalau mau dekat Idul Fitri, masyarakat tidak peduli dengan kebutuhan lainnya, seharusnya ada kesadaran diri," kata Hartina.
Baca Juga: Proper Digelar Mei, DLH Sultra Bakal Periksa 52 Perusahaan Terkait Lingkungan
