“Dua malam di Siloam hasil pemeriksaan ct scan seua baik tulang dan otak. Dokter bilang hanya gizi buruk,” kata Getrudis, Selasa (7/3/2023).
Baca Juga: Rp 5,2 Miliar APBD Muna Barat Digeser Guna Tekan Stunting
Tidak dipungkiri, masalah gizi dan ekonomi keluarga yang morat-marit penyebab utama terjadinya gizi buruk dalam keluarga Moi terlebih Ferigensius dan Edeltrudis hanyalah pekerja serabutan berpenghasilan minim.
Getrudis menuturkan, buah hatinya itu mulai tampak kurus saat usianya menginjak usia 2 tahun. Upaya menambah berat badan Moi terus dilakukan tapi tak berdampak sebab Moi hanya diberi nasi yang yang diencerkan dengan kuah sayur.
“Dari nol bulan sampai sekarang dikasih nasi putih saja sama kuah. Sesekali saja makan telur. Kita ini kan lebih banyak kerja di orang punya kebun makanya sering kasih tinggal dua anak kami di rumah dijaga sama nenek,” sebut Getrudis.
