KENDARI, TELISIK.ID - Penanganan stunting menjadi prioritas yang harus direspon dengan serius, mengingat peningkatan bonus demografi yang terjadi setiap tahun. Dalam beberapa tahun mendatang, diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja akibat bonus demografi.
Kepala Bappeda Sulawesi Tenggara, J Robert menuturkan, upaya pencegahan stunting menjadi penting agar bonus demografi tidak diisi oleh individu dengan kapasitas rendah, seperti yang memiliki postur tubuh pendek dan kualitas IQ yang rendah akibat stunting.
Kata dia, bonus demografi seharusnya menjadi peluang bagi daerah. Jika jumlah tenaga kerja produktif di kota meningkat, hal ini akan berdampak pada kemajuan perekonomian baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Sebaliknya, jika stunting tidak dicegah dan berdampak pada generasi yang mengalami masalah baik fisik maupun intelektual, maka akan menjadi beban dan kerugian negara di masa depan,” kata J Robert belum lama ini.
Baca Juga: Masa Jabatan Ali Mazi Segera Berakhir, Bappeda Sulawesi Tenggara Susun RPJPD 2025-2045
