Melansir dari Alodokter, Jumat (13/2/2026), pada praktik klinis, dokter menilai ruam berdasarkan distribusi, tekstur, serta keluhan penyerta. Pemeriksaan fisik biasanya dilanjutkan dengan tes darah atau tes laboratorium lain guna memastikan diagnosis. Tanpa pemeriksaan tersebut, ruam berisiko disalahartikan sebagai alergi, dermatitis, atau penyakit kulit biasa.

Baca Juga: Kekerasan dalam Hubungan Intim Disebut Biang PTSD, Begini Penjelasannya

Berikut sejumlah perbedaan utama antara ruam sifilis dan ruam HIV yang dapat dikenali dari aspek medis:

1. Lokasi kemunculan ruam

Ruam sifilis paling sering muncul di telapak tangan dan telapak kaki. Area ini menjadi ciri khas pada fase sekunder sifilis. Bercak dapat menyebar ke badan, namun dominan terlihat pada ekstremitas.