Baca Juga: Rekomendasi Sayur Banyak Mengandung Protein Hewani Vitamin B12

Mengutip dari Tempo, Jumat (20/9/2024), penelitian ini juga mengungkapkan bahwa tidur lebih lama berkaitan erat dengan penyakit jantung koroner. Risiko seseorang terkena penyakit jantung ini meningkat sebesar 44 persen bila kualitas tidurnya buruk.

Dr. Chun Shing Kwok, dosen klinis kardiologi di Universitas Keele yang juga merupakan penulis utama penelitian tersebut, menyatakan bahwa durasi tidur yang terlalu lama bisa menjadi penanda adanya risiko kardiovaskular. Ini termasuk penyakit jantung, stroke, dan gangguan lainnya yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.

Apnea tidur obstruktif menjadi salah satu penyebab kebanyakan tidur. Gangguan ini membuat seseorang berhenti bernapas selama beberapa detik saat tidur, sehingga kualitas tidur terganggu dan kebutuhan tidur meningkat.

Kondisi ini sering tidak disadari oleh penderitanya, tetapi bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, beberapa gangguan mental seperti depresi juga sering dikaitkan dengan kebanyakan tidur, yang kemudian memperburuk kondisi fisik secara keseluruhan.