Baca Juga: Kematian Mendadak Meski Tampak Sehat, Begini Penjelasannya

Pengusaha Ciputra, misalnya, dalam otobiografinya yang berjudul Ciputra: The Entrepreneur (2019), menyebut istilah "tempat jin buang anak" ketika membicarakan proyek pengembangan wilayah Pondok Indah, Kemang, Bintaro, Serpong, dan Kalideres.

Pada masa itu, kawasan-kawasan tersebut masih berupa perkebunan dan jarang dihuni.

Tidak hanya Ciputra, budayawan Betawi, Alwi Shahab, juga mencatat istilah ini dalam bukunya Saudagar Baghdad dari Betawi (2004) dan Robinhood Betawi: Kisah Betawi Tempo Doeloe (2002).

Dia menggambarkan kawasan seperti Kemang, Kebayoran, dan Kuningan sebagai "tempat jin buang anak" karena daerah-daerah tersebut sangat sunyi dan sepi pada zamannya.