Menurutnya, saat ini sejumlah sarana dan prasarana menyambut pembelajaran tatap muka telah mereka siapkan seperti masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan ruang desinfektan sebelum siswa masuk kelas.
"Masker kami sudah siap 3 ribu, kalau siswa tidak ada maskernya kami berikan. Hand sanitizer kami sudah siapkan beberapa jerigen, kemudian tempat cuci tangan juga sudah maksimal dan tempat masuknya siswa dipasangi kipas uap berisi desinfektan," jelasnya.
Jika hasil verifikasi dinyatakan siap dan orang tua menyetujui, maka proses belajar tatap muka akan dilakukan hanya tiga hari, sebab akan dilakukan secara bergantian mengingat jumlah siswa cukup banyak yaitu sebanyak 1.200 orang.
Baca juga: Dua Prodi di UHO Tidak Bisa Mengajukan Beasiswa KIP Kuliah
Sejumlah rutinitas siswapun seperti upacara, apel pagi, solat berjamaah ditiadakan
