Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tenggara, Rusinah mengatakan, meskipun baru-baru ini menjadi pusat kekhawatiran, kegiatan pengurangan emisi GRK sudah lama dilakukan di DLH.
Baca Juga: Pasca Kenaikan BBM, Tarif Angkutan Damri Jenis Perintis Masih Normal
“Kalo yang terkait pengurangan emisi gas rumah kaca dengan kegiatan kami disini, seperti program kampung iklim, dengan lampu surya itu termasuk juga, penanaman mangrove, desain taman kehati (keanekaragaman hayati) penurunan juga emisi itu toh, apalagi semacam sampah-sampah juga yang didaur ulang,” katanya, Kamis (13/10/2022).
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Provinsi Sulawesi Tenggara, Zulkifli Selle, optimis target RPJM pengurangan emisi GRK nasional 27 persen dapat tercapai sebelum 2024. Ia juga mengimbau semua sektor dapat bergerak untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi GRK tersebut.
“Jadi bukan DLH saja dalam GRK itu multi sektor, semuanya terlibat. Pengawasannya dari kita semua, dari masyarakat, kita yang melaksanakan, kita yang membina, yang mengawasi juga,” harapnya. (A)
