Untuk total anggaran bagi pasar murah sebesar Rp 3 miliar, sementara untuk keseluruhan program dalam penanganan inflasi daerah, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 22 miliar, sebab tidak hanya operasi pasar yang dilakukan melainkan ada beberapa bantuan yang disalurkan, khususnya bagi para petani dalam program gerakan tanam cepat panen.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muna Barat, La Ode Aka mengatakan, pada tahap awal pasar murah dilakukan di Lawa Raya, yang mencakup Kecamatan Lawa, Wadaga dan Barangka, untuk menghindari rusuhnya saat pembagian pada tiga komoditas ini, pihaknya telah memisahkan porsi bagi tiap desa yang ada dengan jumlah target sebesar 1.061 paket.

"Ini dihitung pembagiannya agar adil yaitu 16 persen, dan tiap desa tergantung jumlah kartu keluarga masyarakat miskin, sumber data kami ambil melalui capil dan tiap desa atau kelurahan," ungkapnya.

Baca Juga: Sopir Muna Barat Dilarang Naikkan Tarif Transportasi Usai Disubsidi Pemda

Untuk Kecamatan Lawa jumlah targetnya 398 mencakup 6 desa dan 2 kelurahan, sementara Kecamatan Barangka dengan target 357 paket mencakup 8 desa, selanjutnya Kecamatan Wadaga dengan target 308 paket mencakup 7 desa.