"Paling lambat Jumat (besok) berkas itu akan dikirim. Dalam kasus ini, pelakunya masih satu orang, masih dalam tahapan pengembangan," ungkap Hadi.

Ditambahkan Hadi, sampai saat ini korban dugaan suntik vaksin kosong di SD Wahidin Sudirohusodo yang dilakukan pelaku ada dua orang dimana keduanya merupakan siswi di sekolah tersebut.

Baca Juga: Pelaku Pemerasan dan Pencurian Berkedok Prostitusi Online Ditangkap Polisi

“Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap darah kedua siswi tersebut, tidak ditemukan kandungan vaksin dalam tubuhnya. Sampel darah mereka juga non reaktif," tambahnya.

Dalam kasus ini, Hadi mengakui bahwa penyidik sudah memeriksa 20 orang saksi yang terdiri dari ahli kesehatan sampai kedua orang tua korban.