Menurut Usnia, angka stunting di Sultra sudah sangat rendah jika merujuk pada hasil pengukuran Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGM), untuk balita mencapai angka 96 persen.
Baca Juga: Fadhal Rahmat Anggota DPRD Kota Kendari Termuda Usia 23 Tahun
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badalla, mengatakan bahwa untuk mewujudkan upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS) melalui media digital perlu adanya kolaborasi dengan semua pihak.
Pencegahan stunting melalui ruang digital, menurut Ridwan, dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai platform media sosial untuk sosialisasi sebagai saluran komunikasi yang strategis dan efektif, selain dengan menggunakan situs web.
“Tentu banyak keuntungan penggunaan ruang digital, yang pertama jangkauan luas, (kemudian) biaya yang dibutuhkan rendah, penyampaian pesan yang tepat dan efektif, memberikan kesempatan interaktif kepada masyarakat umum, dan lebih fleksibilitas,” jelasnya. (A)
