Dalam sambutannya, Rusli memaparkan permasalahan stunting yang dihadapi di Sulawesi Tenggara. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting di Sultra mencapai 30 persen, naik 2,3 persen dari tahun 2022. Di Kabupaten Buton Utara sendiri, angka prevalensi stunting mencapai 33,9 persen di tahun 2023, naik 2,3 persen dari tahun 2022.

Rusli meyakini bahwa permasalahan stunting dapat diatasi dengan menjalankan program Bangga Kencana secara sukses, karena program ini fokus pada keluarga.

"Sasaran program Bangga Kencana ini mencakup seluruh siklus kehidupan manusia, dari anak-anak hingga generasi selanjutnya. Oleh karena itu, saya yakin permasalahan stunting di Buton Utara dapat terselesaikan jika setiap keluarga menerapkan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari," jelas Rusli.

Lebih lanjut, Rusli memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan orientasi dengan aktif dan maksimal. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dapat menjadi fasilitator yang handal dalam penggunaan KKA di kelompok BKB.

Baca Juga: Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara Hadiri Pelaksanaan Dapur Sehat Atasi Stunting di Buton Selatan